Teks Eksplanasi - Generasi Z - Anjali XI MM 3
GENERASI Z
Dalam era teknologi digital yang
pesat, terdapatlah sebuah generasi terbaru, yakni generasi Z. Generasi Z ini merupakan
sekelompok orang yang lahir antara pertengahan tahun 1990-an hingga awal tahun
2010-an. Mereka berbeda dengan generasi lainnya karena mereka tumbuh ketika
internet dan media sosial masih sangat populer. Hal yang membuat Generasi Z dapat
tumbuh dan berubah adalah teknologi yang cepat, sehingga dunia menjadi lebih
terhubung serta berbeda dalam hal uang dan pekerjaan. Jadi adanya generasi Z
ini karena mereka tumbuh di era teknologi digital yang pesat, khususnya
internet dan media sosial sehingga generasi Z ini membawa dampak signifikan
pada cara mereka memahami dunia dan berinteraksi satu sama lain.
Hal ini telah membentuk cara
mereka memandang dunia dan berbicara satu sama lain. Anak-anak Generasi Z
mempunyai pengalaman berbeda dan juga seru dalam kesehariannya. Mereka ini
sangat pandai dalam menggunakan teknologi karena mereka tumbuh dengan ponsel
pintar, aplikasi, dan media sosial. Mereka tahu banyak tentang perangkat
digital karena mereka menggunakannya sepanjang waktu.
Selain itu, mereka juga sangatlah
pandai dalam memanfaatkan teknologi untuk menunjukkan kreativitasnya dan
bekerja sama dengan orang lain. Mereka membuat video dan gambar keren di
aplikasi seperti YouTube, TikTok, dan Instagram untuk untuk menunjukkan siapa
mereka dan mencari teman. Serta berbagi pemikiran dan pengalaman mereka dengan
orang-orang di seluruh dunia. Mereka juga sangat menyukai konten yang terasa
nyata, membuat mereka tertarik, dan menyenangkan untuk ditonton. Selain
menggunakan teknologi dan media sosial, anak-anak saat ini tumbuh di masa
ketika perekonomian dunia sedang mengalami kesulitan. Hal ini memengaruhi cara
mereka dalam memandang dunia dan apa yang mereka anggap penting.
Selain itu, mereka lebih
fokus untuk bersikap praktis dan realistis mengenai masa depan, dan mereka juga
sangat peduli pada hal-hal seperti keadilan dan politik. Serta mereka juga suka
terlibat dalam gerakan sosial dan kelompok online untuk menjadikan dunia tempat
yang lebih baik. Mereka menggunakan media sosial untuk membicarakan isu-isu
penting dan mengajak orang lain mengambil tindakan.
Menurut dari Survei Penetrasi
Internet Indonesia 2024" yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa
Internet Indonesia (APJII) baru-baru ini, pengguna internet di Indonesia pada
awal 2024 ini dilaporkan telah mencapai 221,5 juta jiwa atau tepatnya
221.563.479 jiwa. Dari jumlah tersebut, Generasi Z (kelahiran 1997-2012 berusia
12-27 tahun) menjadi kelompok usia yang paling banyak terkoneksi internet.
Saat ini, teknologi dan
internet telah banyak mengubah kehidupan Generasi Z. Namun hal itu juga memberi
banyak tekanan pada mereka untuk harus menjadi sempurna dan sukses, karena
mereka melihat banyak hal yang mengagumkan dan sempurna di media sosial. Hal
ini dapat membuat mereka merasa takut untuk tidak mampu bersaing atau merasa
tidak mampu.
Apalagi selalu terhubung
online dapat membuat anak-anak generasi Z merasa sedih dan khawatir. Sehingga
mereka pun kesulitan untuk memisahkan diri dari perangkat digital dan hal ini
dapat membuat mereka mengalami gangguan tidur dan kecanduan media sosial. Serta
hal itu juga dapat membuat mereka membandingkan dirinya dengan orang lain dan
merasa buruk terhadap dirinya sendiri. Serta dapat membuat mereka merasa sangat
sendirian dan seperti tidak memiliki banyak teman.
Penting bagi mereka untuk
memiliki teman di kehidupan nyata dan bukan hanya teman online. Mereka yang
sedang tumbuh dewasa ini tidak hanya harus menghadapi tekanan dari teman dan
teman sekelasnya, tetapi mereka juga mendapat banyak tekanan dari sekolah. Hal
ini karena dunia berubah dengan sangat cepat, dan mereka harus mampu melakukan
perubahan tersebut serta pandai dalam bersekolah dan bekerja agar mempunyai
peluang yang baik di masa depan. Tekanan ini bisa membuat mereka bekerja sangat
keras dan berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal, namun juga bisa
membuat mereka merasa sangat stress, lelah, dan sedih.
Generasi Z ini tumbuh di era
teknologi digital yang pesat, walaupun generasi Z mempunyai kreativitas dalam
penggunaan teknologi dan juga mempunyai banyak akses informasi, tetapi generasi
Z juga memiliki banyak tekanan dan juga kecanduan dalam penggunaan media
sosial. Oleh sebab itu untuk mengatasi masalah tersebut, anak-anak generasi Z
harus ikut menjaga kesehatan mentalnya. Mereka perlu menyadari betapa
pentingnya hal ini. Penting juga untuk meluangkan waktu baik online maupun
offline dan mengetahui bahwa media sosial terkadang dapat membuat mereka merasa
tidak enak. Selain itu, anak-anak generasi Z perlu memahami betapa pentingnya
menjaga diri. Ini berarti memastikan untuk beristirahat dan bersantai, cukup
tidur, bermain dan aktif, serta menemukan hal-hal yang mereka sukai yang tidak
melibatkan layar. Melakukan hal-hal ini dapat membantu mereka mengurangi stres
dan lebih bahagia dalam pikiran mereka.
Komentar
Posting Komentar